Main Article Content

Abstract

Kanker payudara adalah suatu penyakit keganasan yang berasal dari transformasi neoplastik sel-sel epitelial, sebagai akibat akumulasi perubahan genetik, epigenetik dan lingkungan yang dibuktikan dengan pemeriksaan histopatologi. Kanker payudara menempati urutan pertama sebagai jenis kanker yang paling umum diderita oleh perempuan di dunia. Salah satu predisposisi genetik yang berperan pada terjadinya kanker payudara adalah polimorfisme gen mTOR yang terjadi pada 3’-UTR dan regio promoter. Polimorfisme gen mTOR akan menyebabkan aktivasi proses transkripsi gen mTOR secara terus-menerus sehingga terjadi proliferasi dan diferensiasi sel yang abnormal.  Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi polimorfisme gen mTOR rs 2536 dan rs 2295080 serta ekspresi ER, PR, HER-2 dan Ki-67 pada penderita kanker payudara di Rumah Sakit Mohammad Hoesin Palembang. Penelitian ini adalah penelitian laboratorium berjenis deskriptif observasional dengan teknik PCR-RFLP menggunakan enzim EcoRI dan FokI terhadap 33 penderita kanker payudara berdasarkan metode purposive sampling. Polimorfisme gen mTOR rs 2536 paling banyak terdapat pada genotip mutan homozigot (CC) yaitu terdapat pada 27 orang (81,8%) dengan frekuensi alel C sebesar 89,4% sementara alel T hanya 10,6%. Genotip yang paling banyak ditemukan pada polimorfisme gen mTOR rs 2295080 adalah wild type (TT) yang  terdapat pada 19 orang (57,6%) dengan frekuensi alel T sebesar 63,6% sementara alel G sebanyak 36,4%. Data dari bagian Patologi Anatomi menunjukkan adanya kecendrungan meningkatnya ekspresi Ki-67, ER, PR dan HER-2 pada polimorfisme gen mTOR rs 2536 dan rs 2295080. Polimorfisme gen mTOR rs 2536 (CC) pada kanker payudara lebih banyak dibanding polimorfisme gen mTOR rs 2295080 (GG).

Keywords

GenmTOR rs 2536 gen mTOR rs 2295080 Polimorfisme Kanker Payudara

Article Details

How to Cite
Haq, A. N., Triwani, T., & Parisa, N. (2019). Identifikasi Polimorfisme Gen mTOR rs 2536 dan rs 2295080 serta Ekspresi ER, PR, HER-2, Ki-67 pada Penderita Kanker Payudara. SRIWIJAYA JOURNAL OF MEDICINE, 2(3), 178-185. https://doi.org/10.32539/SJM.v2i3.79